skip to main | skip to sidebar

Blog Peserta PPAI

  • Website UMM
  • Blog Hendrik
  • Blog Tegar
  • Blog Rendi
  • Blog Irvan
  • Blog Didi

About me

Foto Saya
Hanif Fachrudin
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • Agustus (7)

Pelatihan Aplikasi Teknologi Informasi

Kamis, 21 Agustus 2014


 Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah perguruan tinggi swasta terakreditasi "A" dengan Nomor SK: 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013, yang berpusat di kampus III terpadu Universitas Muhammadiyah Malang, Jalan Raya Tlogomas 246 Kota Malang, Jawa Timur. Universitas yang berdiri pada tahun 1964 ini berinduk pada organisasi Muhammadiyah dan merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jawa Timur. UMM termasuk dalam jajaran PTS terkemuka di Indonesia bersama UII dan UMY. Oleh karena didominasi warna dinding putih,sering disebut sebagai kampus putih
UMM merupakan salah satu universitas yang tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina untuk seluruh PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Program-program yang didisain dengan cermat menjadikan UMM sebagai "The Real University", yaitu universitas yang benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi
Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di Jalan Bandung 1, kampus II di Jalan Bendungan Sutami 188 A dan kampus III di Jalan Raya Tlogomas 246. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program Pasca Sarjana. Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang di konsentrasikan sebagai kampus Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai pusat sari seluruh aktivitas.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Muhammadiyah_Malang

Diposting oleh Hanif Fachrudin di 05.15 0 komentar
CARA MEMPERBESAR KAPASITAS FLASHDISK

 Hi guys ini gua lagi dito ketemu lagi di infoabsurd.blogspot.com kali ini gua akan share ke loe semua tentang software penambah kapasitas flashdisk. iya, software penambah kapasitas flashdisk namanya SDATA TOOLS. jadi nanti kalo loe punya flashdisk yang ukurannya itu 1gb kalo di setting dengan software ini nanti akan bertambah menjadi 2gb, dan setting lagi maka akan menjadi 4gb, setting lagi maka menjadi 8gb, setting lagi menjadi 16gb. max hanya sampai 16 gb saja. oke deh, langsung aja kita ke TKP ayo lets cekidot.

seperti biasa saya akan langsung menyediakan tombol downloadnya biar enggak kelamaan hehehe :D.
jangan khawatir karena nanti gua akan menyisipkan foto pada tutorial penggunaan.

sdata tools via 4shared:
download

cara penggunaan
ikuti step by step

1. extract filenya setelah itu buka softwarenya . NB: kalo saya lebih suka di extract here di tempat                     downloadnya tadi (dimohon klik gambar agar lebih jelas).

2. pilih "choose your data to compress" lalu pilih jenis data anda. kalau saya G:\ (dimohon klik gambar agar       lebih jelas).


3. lalu akan muncul pesan otomatis yang menyuruh anda untuk menambah kapasitas flashdisk yang sudah di       tentukan 2gb menjadi 4gb menjadi 8gb dan seterusnya (dimohon klik gambar agar lebih jelas).


4. setelah itu klik centang kapasitas data yang sudah ditentukan jika 4gb maka akan otomatis. ukuran saya         hanya 4gb maka hanya akan muncul centangan yang 8gb jika 8gb maka hanya 16gb yang muncul                 (dimohon klik gambar agar lebih jelas).


5. setelah itu klik "E-Compress NOW" tunggu dan selesai (dimohon klik gambar agar lebih jelas).



Sumber : http://infoabsurd.blogspot.com/
Diposting oleh Hanif Fachrudin di 01.13 0 komentar

Sejarah dan Perkembangan Versi Android


Sejarah dan perkembangan versi android
Logo Android
Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh berbagai macam piranti. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat piranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan android dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan piranti keras, piranti lunak dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.

Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode-kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.

Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar GSM yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010).

Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat bergerak (mobile) yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.

Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android. Seiring perkembangannya, versi android semakin lama semakin ditingkatkan mengingat kemajuan teknologi yang semakin pesat

Sumber : http://www.kajianpustaka.com/
Diposting oleh Hanif Fachrudin di 00.59 0 komentar

Teknik Informatika



    

Program studi Teknik Informatika bertujuan menhasilkan lulusan sarjana teknik informatika yang memiliki keunggulan di bidang keilmuan dan ketaqwaan sehingga mampu beradaptasi serta mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi informasi.

adapun kompetensi lulusan yang diharapkan adalahmampu beradap tasi dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang terkini di masyarakatmampu bekerja dan berkopetisi dalam era globalisasimampu membangun dan mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengingkatan efisisensi kerja


Program studi teknik informatika didukung oleh sarana dan prasarana berupa laboratorium yang representative yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan eksperimental. Disamping itu laboratorium juga dipergunakan mahasiswa dan layanan untuk riset dan konsultasi perancangan perangkat lunak (software engineering), desain dan rekayasa jaringan (networking), serta desain dan rekayasa aplikasi multimedia dan grafis. Adapun kerjasama yang telah terjalin antara lain : Regional academy JENI (Java Educational Network Indonesia), SAI (Sun Academy Initiative), OAI (Oracle Academy Initiative), CNAP (Cisco Network Academy Program) dan SAP-ERP (Enterprise Resource Planning).

Sumber : http://informatika.umm.ac.id/home.php?lang=id
Diposting oleh Hanif Fachrudin di 00.57 0 komentar
JOMBANG KOTA SANTRI



Jombang juga dikenal dengan sebutan Kota Santri, karena banyaknya sekolah pendidikan Islam (pondok pesantren) di wilayahnya.[4] Bahkan ada pameo yang mengatakan Jombang adalah pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pasti pernah berguru di Jombang. Di antara pondok pesantren yang terkenal adalah Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, Pesantren Attahdzib (PA), dan Darul Ulum (Rejoso).
Banyak tokoh terkenal Indonesia yang dilahirkan di Jombang, di antaranya adalah mantan Presiden Indonesia yaitu KH Abdurrahman Wahid, pahlawan nasional KH Hasyim Asy'ari dan KH Wahid Hasyim, tokoh intelektual Islam Nurcholis Madjid, serta budayawan Emha Ainun Najib dan seniman Cucuk Espe.
Konon, kata Jombang merupakan akronim dari kata berbahasa Jawayaitu ijo (Indonesia: hijau) dan abang (Indonesia: merah). Ijo mewakili kaum santri (agamis), dan abang mewakili kaum abangan (nasionalis/kejawen). Kedua kelompok tersebut hidup berdampingan dan harmonis di Jombang. Bahkan kedua elemen ini digambarkan dalam warna dasar lambang daerah Kabupaten Jombang
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Jombang
Diposting oleh Hanif Fachrudin di 00.52 0 komentar

Kue Gupal Oleh-oleh Khas Kota Jombang


Lagi, Donat Kampoeng Utami (DKU) kebagian Profil di Tabloid KOKI edisi 9 April 2009.
Tak hanya donat DKU. Kue Gupal produksi DKU, sebagai kue oleh-oleh khas Jombang juga kebagian uji dapur. Sekali lagi, terima kasih KOKI.
Saya atas nama DKU Donuts juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh media TV, majalah, tabloid, dan koran di Indonesia. Yang telah mengangkat berita dan profil perjalanan panjang Donat Kampoeng Utami, diantaranya Tabloid NOVA, Jawa Pos Radar Mojokerto, Trans TV Wisata Kuliner, Harian Surya, Majalah Wacana Mitra Indofood – Bogasari, Tabloid Ritel Alfamart, Tabloid LeZAT, Tabloid Nakita, Harian Kontan, Dhoho TV, Sampoerna DjiSamSoe, Majalah Tarbawi, Tabloid Iklan Jombang, Majalah Nahdlah NU Jombang, djombang dot com, Radio Suara Jombang FM, Radio Citra FM, dan Radio Delta FM Jakarta.
Kini Kue Gupal khas Jombang, semakin digemari seluruh lapisan masyarakat, sebagai kue oleh-oleh khas dari kota Jombang, Jawa Timur. Kue Gupal terbuat dari rempah-rempah berkualitas terbaik Indonesia. Dapat menghangatkan badan. Hanya dengan Rp 15.000 / toples 300 gram net. Kue Gupal akan lebih nikmat lagi apabila dinikmati bersama minum kopi atau teh hangat. Lebih lengkap tentang Kue Gupal , silakan kunjungi blog Kue Gupal.
Sumber : www.gupal.blogspot.com
Diposting oleh Hanif Fachrudin di 00.49 0 komentar

Kebudayaan Masyarakat Jombang


Kabupaten Jombang memiliki 21 Kecamatan dengan posisi geografis berada di bagian tengah Propinsi Jawa Timur bersebelahan dengan daerah yang memiliki etnis yang berbeda. Sebelah Timur Kabupaten Mojokerto yang merupakan daerah etnis budaya “arek”, sebelah Utara Kabupaten Lamongan yang mempunyai etnis campuran budaya Jawa Timuran dan pesisir Utara, sebelah Barat Kabupaten Nganjuk dengan budaya Jawa Tengah, sebelah Selatan Kabupaten Kediri juga etnis Jawa Tengah/Panaragan, arah Tenggara Kabupaten Malang merupakan daerah etnis Jawa Timur pesisir Selatan. Oleh karena itu dalam perkembangan peradaban, daerah Jombang tidak luput dari pengaruh wilayah sekitarnya.
Sunarto timur dalam bukunya membagi daerah Jawa Timur berdasarkan wilayah budaya menjadi beberapa wilayah etnis:
1. Etnis Jawa Osing, meliputi eks karsidenan Besuki dan Madura.
2. Etnis Jawa Timuran, meliputi karsidenan Malang, Sidoarjo, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Gresik dan Lamongan.
3. Etnis Jawa pesisir Utara, yaitu Tuban, Gresik dan Bojonegoro,
4. Etnis Jawa pesisir Selatan, yaitu Pasuruan dan Malang Selatan.
5. Etnis Jawa Tengah, meliputi eks karsidenan madiun dan eks karsidenan Kediri.
Dilihat dari letak geografis, Jombang termasuk daerah etnis budaya Jawa Timuran yang mempunyai ragam campuran budaya, yaitu etnis Jawa Timuran atau budaya “arek”, etnis Madura, Panaragan, Mataraman dan etnis jawa Tengahan. Hal ini dapat dilihat oleh banyaknya imigran dari luar daerah yang menetap sebagai penduduk Jombang sejak dahulu, sehingga kebudayaan yang meraka bawa membaur dengan kebudayaan setempat. Sampei saat ini kebudayaan masyarakat Jombang memiliki warna khas yang menunjukkan perbedaan dengan masyarakat berkebudayaan atau etnis Jawa Timur aslinya. Ciri khas kebudayaan masyarakat Jombang tercermin dalam adat-istiadat bahasa dialek dan kesenian mereka.
Adat-istiadat orang Jombang begitu nampak dalam kehidupan masyarakat luar kota, karena masyarakat kota merupakan masyarakat yang sangat sulit untuk dipilah-pilahkan karena percampuran lingkungan heterogen dan pribumi sudah berbaur seiring dengan berkembangnya pola kehidupan jamannya. Namun jika kita memandang lingkungan di daerah luar perkotaan, dapat kita ketahui bahwa masyarakat Jombang merupakan manivestasi budaya masyarakat multi kultural.
Seperti budaya masyarakat didaerah Kecamatan Ngoro, Bareng, Mojowarno, Wonosalam, Jogoroto, Mojoagung, Sumobito, Kesamben secara umum memiliki latar belakang bahasc dialek dan adat-istiadat etnis Jawa Timuran asli/budaya “arek” hal ini ditandai dengan logat bicara yang berciri dengan menggunakan ucapan akhiran …se maupun …tah; contoh: ya’apa se, nang endi se, babah se. iya tah. age tah, wis mari tah dan sebagainya. Kemudian tercermin pada penekanan ucapan kata sifat biasa dipanjangkan, misalnya: adoh menjadi u…adoh. gedhe menjadi gu…edhe, apik menjadi u…apik, ireng menjadi u…irengdan sebagainya.
Berbeda dengan daerah Di Kecamatan Tembelang. Plandaan, Ploso, Kabuh, Kudu. Ngusikan tercemin budaya campuran etnis pesisir Utara, etnis Osing dan Jawa Tengahan. Hal ini dapat dibuktikan dengan kebiasaan dan dialek mereka sehari-hari memakai bahasa budaya kulonan (Jawa Tengahan) dan akhiran …ta; seperti: kowe, kuwi, ora, piye ta, endhi ta dan sebagainya. Anehnya di satu wilayah ini tepatnya di Desa Manduro Kecamatan Kabuh, masyarakatnya mempunyai bahasa dan kesenian Madura.
Di daerah tersebut kehidupan sehari-hari mayoritas sebagai petani padi dan patani tembakau, tetapi meraka juga suka berkesenian, seperti: kesenian ludruk, wayang kulit, dangdut, tayub dan campur sari. Dalam adat-istiadat masih menampakkan adat kejawaannya (kejawen); misalnya: walaupun agama yang dianut adalah agama islam tata cara berbicara, sikap dan tingkah laku dalam pergaulan jika bertamu biasa atau lebih akrab menggunakan kata kula nuwun atau nuwun sewu.
Lain halnya dengan di Kecamatan Megaluh, Perak, Diwek, Gudo dan Jombang bagian Barat di mana mereka memiliki etnis atau budaya campuran Jawa Tengah, Mataraman, Panaragan dan sedikit bercampur dengan budaya Jawa Timuran karena daerahnya berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk, Kediri dan sebelah Timur Kecamatan Jombang adalah Kecamatan Jogoroto. Logat bicaranya-pun campuran budaya Jawa Tengahan/Mataraman dan budaya “arek”; contoh: piye se, ora se, gak mulih ta dan sebagainya. Walaupun pola kehidupan sehari-hari mayoritas sama dengan daerah tersebut diatas tetapi masih terdapat perbedaan, contoh: jenis keseniannya lebih dekat dengan budaya Jawa Tengahan, seperti wayang kulit, wayang krucil. Kuda Lumping jenis Sambaya dan kesenian reog Ponorogo.
Hal lain yang menurut tata bahasa Jawa janggal tetapi sudah menjadi kebiasaan mereka menggunakan tingkatan bahasa karma; misalnya: kula badhe siram, kula sampun dhahar, kula mboten pirsa. Sebaliknya tutur sapa kepada orang lain yang dihormati tata bahasanya di balik; misalnya: bapak sampun nedha, ibu tilem, mbah kesah, dan sebagainya. Mereka menyadari hal semacam itu, tetapi masih tetap dilakukannya karena sudah menjadi kebiasaan hingga turun- temurun sampai sekarang. Sehingga kebiasaan seperti itu disebut salah kaprah, artinya suatu yang tidak benar tetapi dianggap biasa. (Suyanto. 2002:7).
Secara universal masyarakat Jombang menunjukan kepribadian dan kehidupan mayoritas sebagai petani padi, sikap dan pola pikir yang terbuka (blak-blakan). Selain potensi alam yang dimiliki, di Kabupaten Jombang banyak terlahir tokoh yang mewarnai  bumi  pertiwi  baik  di  tingkat  lokal,  regional,  nasional  bahkan diperthitungkan di tingkat internasional. Sehingga sampai sekarang masih bermunculan potensi sumber daya manusia di berbagai bidang, salah satunya bidang seni budaya yang mencerminkan budaya campuran, yaitu budaya Jawa Timuran, Jawa Tengahan, Jawa Pesisir Utara, Jawa Pesisir Selatan, Mataraman, Panaragan dan etnis Osing.
Menurut Ki Sareh, bahwa masyarakat Jombang merupakan wadah dan isi kebudayaan. Maksud kata wadah di sini adalah suatu tempat yang dijadikan penampungan dari berbagai etnis yang datang dan membaur satu dengan yang lainnya. Sedangkan isi adalah para tokoh serta pelaku seni budaya yang sadar akan pelestarian dan perkembangan seni budaya daerah. Sehingga keragaman budaya tersebut sebagai latar belakang seni budaya daerah yang majemuk menjadi kepribadian budaya masyarakat Jombang yang disebut “Gaya Jombangan” (Sareh, wawancara 2004). Di sisi yang lain ada pendapat Drs. Nasrul llah sebagai salah satu budayawan Jombang yang perlu digaris bawahi, karena relitanya Kabupaten Jombang mempunyai beberapa macam bentuk kesenian rakyat, seperti: Besutan, Ludruk, Jaran Kepang Dor, Hadrah, Kentrung, Sandur, Wayang Krucil, Wayang Topeng, Wayang Kulit dan sebagainya; di mana semua itu mencerminkan kearifan lokal masyarakat Jombang yang memiliki ragam berbeda dengan etnis Jawa Timuran yang lainnya
sumber :  jawatimuran.wordpress.com
Diposting oleh Hanif Fachrudin di 00.31 0 komentar
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Blog Design by Hanif Fachrudin